Breaking News

USK Mengabdi Bergerak untuk Bangkit Bersama Masyarakat Desa Agusen

Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program USK Mengabdi 2026, sebuah program pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan mahasiswa untuk berkontribusi secara langsung dalam upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya di wilayah terdampak bencana. Mengusung tema “Mengabdi untuk Pulih, Bergerak untuk Bangkit”, program ini tidak hanya menjadi wadah implementasi ilmu pengetahuan, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan kepedulian sosial, jiwa kepemimpinan, serta semangat kolaborasi bersama masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembekalan peserta pada 4 Juli 2026 di Aula Gedung F Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Kegiatan tersebut dibuka oleh Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Ir. Wira Dharma, S.Si., M.Si., M.P., IPM, yang menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Dalam kegiatan pembekalan, peserta menerima materi mengenai mekanisme pelaksanaan program, standar operasional, etika pengabdian, serta penguatan kapasitas dalam menghadapi dinamika di lapangan. Seluruh materi disampaikan oleh tim Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata (P3KKN) USK sebagai bekal sebelum mahasiswa diterjunkan ke lokasi pengabdian.

Sebelum diberangkatkan menuju lokasi utama, mahasiswa terlebih dahulu melaksanakan kegiatan sosial bertajuk “Mengajar 1 Hari di Panti Asuhan” di UPTD Rumoh Seujahtera Aneuk Nanggroe (RSAN) Aceh. Kegiatan tersebut meliputi edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), aktivitas Wish Tree atau Pohon Harapan, serta pelatihan kerajinan tangan bagi anak-anak binaan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan harapan, kreativitas, dan semangat mereka dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.

Program USK Mengabdi kemudian secara resmi diberangkatkan menuju Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, salah satu wilayah yang terdampak banjir bandang dan longsor. Pelepasan peserta dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Okta Rina, S.Si., M.Si. Dalam arahannya, beliau mengingatkan mahasiswa agar senantiasa menjaga nama baik almamater, menghormati adat istiadat setempat, menjunjung tinggi etika dalam bermasyarakat, serta menghadirkan program-program yang mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Setibanya di Desa Agusen, mahasiswa disambut oleh Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, Pemerintah Desa Agusen, tokoh masyarakat, serta unsur TNI dan Polri dalam prosesi serah terima peserta. Momentum tersebut menjadi awal dimulainya rangkaian pengabdian yang berfokus pada lima bidang utama, yaitu pendidikan dan kebudayaan, kesehatan, ekonomi kreatif, mitigasi bencana, serta lingkungan hidup. Setelah prosesi seremonial, mahasiswa langsung berbaur dengan masyarakat melalui kegiatan gotong royong di kawasan hunian sementara (huntara) sebagai bentuk pengenalan sekaligus membangun kedekatan dengan warga.

Selama pelaksanaan program, mahasiswa melaksanakan berbagai kegiatan yang disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat. Pada bidang kesehatan, mahasiswa menggelar senam bersama, edukasi kesehatan, psikoedukasi bagi anak-anak menggunakan media plastisin, serta program Sahabat Lansia yang dilaksanakan secara door to door. Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa berdialog langsung dengan para lansia untuk mengetahui kondisi kesehatan, kebutuhan hidup, serta berbagai tantangan yang mereka hadapi sebagai dasar penyusunan tindak lanjut program.

Pada bidang pendidikan, mahasiswa mendampingi pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama melalui berbagai materi edukatif, seperti bahaya pergaulan bebas, penggunaan media sosial secara bijak, permainan edukatif, serta pelatihan kedisiplinan. Kegiatan tersebut juga disertai aksi gotong royong membersihkan lingkungan sekolah bersama guru dan orang tua murid guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat, bersih, dan nyaman.

Di bidang ekonomi kreatif, mahasiswa menyelenggarakan pelatihan pembuatan gelang dari manik-manik bagi ibu-ibu dan remaja putri sebagai upaya mendorong lahirnya peluang usaha baru berbasis keterampilan. Selain itu, mahasiswa turut mengikuti kegiatan panen bawang bersama petani dan Pengulu Desa Agusen sebagai sarana untuk mengenal potensi pertanian lokal sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat.

Pada bidang mitigasi bencana dan lingkungan, mahasiswa melakukan survei jalur evakuasi, memasang papan penunjuk arah evakuasi di sejumlah titik strategis, serta melakukan observasi terhadap sumber mata air yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Mahasiswa juga berpartisipasi dalam pemasangan jaringan pipa air bersih guna meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih, serta membantu pemasangan panel surya sebagai sumber energi alternatif yang mendukung kebutuhan listrik masyarakat. Selain itu, mahasiswa bersama pemuda desa bergotong royong membangun lapangan bola voli sebagai fasilitas olahraga yang diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam jangka panjang.

Aspek pelestarian budaya dan pembinaan karakter juga menjadi perhatian dalam program ini. Melalui kegiatan BECERITE (Belajar, Cerita, dan Literasi), mahasiswa menghadirkan edukasi mengenai budaya Gayo bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Gayo Lues. Anak-anak juga mendapatkan pelatihan tari tradisional sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya lokal sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas daerah. Pada malam hari, mahasiswa secara konsisten melaksanakan salat berjamaah, mengaji bersama anak-anak, serta memberikan pendampingan keagamaan sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut terlaksana berkat sinergi antara Universitas Syiah Kuala, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, Pemerintah Desa Agusen, aparat TNI dan Polri, tokoh masyarakat, serta seluruh warga yang turut berpartisipasi aktif. Kolaborasi tersebut menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

Program USK Mengabdi 2026 tidak hanya menjadi ruang belajar bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian perguruan tinggi terhadap masyarakat yang tengah bangkit dari dampak bencana. Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa hadir sebagai mitra masyarakat dalam membangun sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, budaya, serta kesiapsiagaan bencana secara berkelanjutan.

Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, USK Mengabdi 2026 diharapkan mampu meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Agusen sekaligus membentuk generasi mahasiswa yang memiliki kepedulian sosial, jiwa kepemimpinan, serta komitmen untuk terus mengabdi kepada bangsa dan daerah.


Type and hit Enter to search

Close